Kesimpulan Pembelajaran dan Pengembangan Kurikulum
Kegiatan pembelajaran yang diselenggarakan oleh setiap guru, selalu bermula dari dan bermuara pada komponen-komponen pembelajaran yang tersurat dalam kurikulum. Kegiatan pembelajaran yang diselenggarakan oleh guru merupakan bagian utama dari pendidikan formal yang syarat mutlaknya adalah adanya kurikulum sebagai pedoman. Proses pembalajaran akan selalu berpedoman pada kurikulum.
Guru dapat dikatakan sebagai pemegang peranan penting dalam mengimplementasian kurikulum, baik dalam rancangan maupun dalam tindakannya.
Guru dan Pengembangan Kurikulum :
1. Pembelajaran dan kurikulum
Banyak ahli mengemukakan bahwa pembelajar merupakan implementasi kurikulum, tapi banyak juga yang mengemukakan bahwa pembelajaran itu sendiri merupakan kurikulum sebagai aksi/kegiatan. Untuk memperjelas hubungan antara pembelajaran dan kurikulum, kita mulai dari melihat hakikat keduanya. Hakikat pembelajaran diantaranya adalah:
(1) Kegiatan yang dimaksud untuk membelajarkan pebelajar;
(2) Program pembelajaran yang dirancang dan diimplementasikan sebagai suatu sistem;
(3) Kegiatan yang dimaksudkan untuk memberikan pengalaman belajar terhadap pebelajar;
(4) Kegiatan yang mengarahkan pebelajar ke arah pencapaian tujuan pembelajaran; dan
(5) Kegiatan yang melibatkan komponen-komponen tujuan, isi pelajaran, sistem penyajian, dan sistem evaluasi dalam realisasinya.
Hakikat pembelajaran sebagaimana diuraikan pada alinea sebelumnya, harus kita pertentangkan dengan hakikat kurikulum:
(1) kurikulum sebagai jalan untuk meraih ijazah;
(2) kurikulum sebagai mata dan isi pelajaran;
(3) kurikulum sebagai rencana kegiatan pembelajaran;
(4) kurikulum sebagai hasil belajar; dan
(5) kurikulum sebagai pengalaman belajar.
Dari mempertentangkan dan membandingkan hakikat kurikulum dan pembelajaran, kita dapat menyimpulkan bahwa pembelajaran dan kurikulum merupakan dua konsep yang tak terpisahkan satu dengan yang lain (Johnson dalam Zais, 1976:10). Sebagai dua konsep yang tak dibedakan, baik pembelajaran maupun kurikulum dapat dalam wujud rencana juga dapat berwujud kegiatan. Guru sebagai orang yang berkewajiban merencanakan pembelajaran (instruction planning) selalu mengacu kepada komponen-komponen kurikulum yang berlaku.
2. Peran Guru dalam Pengembangan Kurikulum
Dari berbagai model pengembangan kurikulum yang telah diuraikan pada pembahasan sebelumnya, sebagian besar model melibatkan guru dalam pengembangan kurikulum. Keterlibatan guru dalam model-model pengembangan kurikulum tersebut tentunya bukanlah kebetulan belaka. Guru adalah orang yang tahu persis situasi dan kondisi diterpkannya kurikulum yang berlaku. Selain itu, guru bertanggung jawab atas tercapainya hasil belajar yang diinginkan (Raka Joni, 1980:26).
Berdasarkan kenyataan bahwa guru tahu situasi dan kondisi serta bertanggungjawab atas tercapainya hasil belajar, maka sudah sewajarnya guru berperan dalam pengembangan kurikulu. Peran guru dalam pengembangan kurikulum diwujudkan dalam bentuk-bentuk kegiatan berikut:
(1) Merumuskan tujuan khusus pengajaran berdasarkan tujuan kurikulum di atasnya dan
karakteristik pebelajar, mata pelajaran/bidang studi, dan karakteristik situasi kondisi
sekolah/kelas.
(2) Merencanakan kegiatan pembelajaran yang dapat secara efektif membantu pebelajar
mencapai tujuan yang ditetapkan.
(3) Menerapkan rencana/ program pembelajaran yang dirumuskan dalam situasi
pembelajaran yang nyata.
(4) Mengevaluasi hasil dan proses belajar pada pebelajar.
(5) Mengevaluasi interaksi antara komponen-komponen kurikulum yang
diimplementasikan.
Lima kegiatan di atas merupakan peran guru dalam pengembangan kurikulum yang bersifat sentralisasi. Sedangkan dalam pengembangan kurikulum yang bersifat desentralisasi peran guru lebih besar, yakni mencakup pengembangan keseluruhan komponen-komponen kurikulum dalam perencanaan, mengimplementasikan kurikulum yang dikembangkan, mengevaluasi implementasi kurikulum, dan merevisi komponen-komponen kurikulum yang kurang memadai.
Kegiatan pembelajaran yang diselenggarakan oleh setiap guru, selalu bermula dari dan bermuara pada komponen-komponen pembelajaran yang tersurat dalam kurikulum. Kegiatan pembelajaran yang diselenggarakan oleh guru merupakan bagian utama dari pendidikan formal yang syarat mutlaknya adalah adanya kurikulum sebagai pedoman. Proses pembalajaran akan selalu berpedoman pada kurikulum.
Guru dapat dikatakan sebagai pemegang peranan penting dalam mengimplementasian kurikulum, baik dalam rancangan maupun dalam tindakannya.
Guru dan Pengembangan Kurikulum :
1. Pembelajaran dan kurikulum
Banyak ahli mengemukakan bahwa pembelajar merupakan implementasi kurikulum, tapi banyak juga yang mengemukakan bahwa pembelajaran itu sendiri merupakan kurikulum sebagai aksi/kegiatan. Untuk memperjelas hubungan antara pembelajaran dan kurikulum, kita mulai dari melihat hakikat keduanya. Hakikat pembelajaran diantaranya adalah:
(1) Kegiatan yang dimaksud untuk membelajarkan pebelajar;
(2) Program pembelajaran yang dirancang dan diimplementasikan sebagai suatu sistem;
(3) Kegiatan yang dimaksudkan untuk memberikan pengalaman belajar terhadap pebelajar;
(4) Kegiatan yang mengarahkan pebelajar ke arah pencapaian tujuan pembelajaran; dan
(5) Kegiatan yang melibatkan komponen-komponen tujuan, isi pelajaran, sistem penyajian, dan sistem evaluasi dalam realisasinya.
Hakikat pembelajaran sebagaimana diuraikan pada alinea sebelumnya, harus kita pertentangkan dengan hakikat kurikulum:
(1) kurikulum sebagai jalan untuk meraih ijazah;
(2) kurikulum sebagai mata dan isi pelajaran;
(3) kurikulum sebagai rencana kegiatan pembelajaran;
(4) kurikulum sebagai hasil belajar; dan
(5) kurikulum sebagai pengalaman belajar.
Dari mempertentangkan dan membandingkan hakikat kurikulum dan pembelajaran, kita dapat menyimpulkan bahwa pembelajaran dan kurikulum merupakan dua konsep yang tak terpisahkan satu dengan yang lain (Johnson dalam Zais, 1976:10). Sebagai dua konsep yang tak dibedakan, baik pembelajaran maupun kurikulum dapat dalam wujud rencana juga dapat berwujud kegiatan. Guru sebagai orang yang berkewajiban merencanakan pembelajaran (instruction planning) selalu mengacu kepada komponen-komponen kurikulum yang berlaku.
2. Peran Guru dalam Pengembangan Kurikulum
Dari berbagai model pengembangan kurikulum yang telah diuraikan pada pembahasan sebelumnya, sebagian besar model melibatkan guru dalam pengembangan kurikulum. Keterlibatan guru dalam model-model pengembangan kurikulum tersebut tentunya bukanlah kebetulan belaka. Guru adalah orang yang tahu persis situasi dan kondisi diterpkannya kurikulum yang berlaku. Selain itu, guru bertanggung jawab atas tercapainya hasil belajar yang diinginkan (Raka Joni, 1980:26).
Berdasarkan kenyataan bahwa guru tahu situasi dan kondisi serta bertanggungjawab atas tercapainya hasil belajar, maka sudah sewajarnya guru berperan dalam pengembangan kurikulu. Peran guru dalam pengembangan kurikulum diwujudkan dalam bentuk-bentuk kegiatan berikut:
(1) Merumuskan tujuan khusus pengajaran berdasarkan tujuan kurikulum di atasnya dan
karakteristik pebelajar, mata pelajaran/bidang studi, dan karakteristik situasi kondisi
sekolah/kelas.
(2) Merencanakan kegiatan pembelajaran yang dapat secara efektif membantu pebelajar
mencapai tujuan yang ditetapkan.
(3) Menerapkan rencana/ program pembelajaran yang dirumuskan dalam situasi
pembelajaran yang nyata.
(4) Mengevaluasi hasil dan proses belajar pada pebelajar.
(5) Mengevaluasi interaksi antara komponen-komponen kurikulum yang
diimplementasikan.
Lima kegiatan di atas merupakan peran guru dalam pengembangan kurikulum yang bersifat sentralisasi. Sedangkan dalam pengembangan kurikulum yang bersifat desentralisasi peran guru lebih besar, yakni mencakup pengembangan keseluruhan komponen-komponen kurikulum dalam perencanaan, mengimplementasikan kurikulum yang dikembangkan, mengevaluasi implementasi kurikulum, dan merevisi komponen-komponen kurikulum yang kurang memadai.
Komentar
Posting Komentar