NOVEL
Story about my campus
BAB 1
Keyra pov
Hello guys, perkenalkan nama saya keyra zahra, umurku sekarang 19 tahun. Aku kuliah di universitas lancang kuning, mengambil jurusan pendidikan bahasa inggris dan sekarang sudah semester 3. Di kampus aku banyak memiliki teman tapi yang dekat hanya beberapa saja. Sekian saja perkenalannya. Terimakasih.
Embun membasahi dedaunan, mentari sudah menampakkan sinarnya, tapi wanita ini masih terhanyut dalam mimpi dan tak ingin terbangun dalam mimpi yang indah. Datanglah seorang wanita paruh baya yang datang untuk membangunkan dan menghilangkan mimpi yang sedang dibangunnya dengan indah.
Sayang, bangun. Kamu tidak melihat sekarang sudah pukul berapa?? Memang kamu tidak ke kampus hari ini. Kata wanita paruh baya itu
Ma, bentar lagi okey, 5 menit lagi aku bangun. Kata keyra
Lalu wanita paruh baya itu membuka tirai jendela kamar Anaknya untuk memperlihatkan mentari yang bersinar. Lalu mendatangi anaknya untuk melihat jam berapa sekarang ini.
Keyra, lihat jam berapa ini kata mamanya sambil memperlihatkan jam ke keyra.
Membuka sedikit mata lalu bergumam, oh masih jam 7 kok ma. Lalu menutup mata lagi dan menutupi wajahnya dengan selimut.
Oh my god, sayang perhatikan ini baik-baik. Jam ini sudah menunjukan pukul 07.30 wib, kamu masuk kuliah jam 8 kan?? Ayo sekarang bangun. Kata mama, lalu menarik keyra agar bangun dari tidurnya
Mama tadi bilang jam berapa sekarang?? Tanya keyra masih setengah sadar
Sekarang sudah jam setengah delapan, kenapa terlambat ke kampusnya??
Are you serious mom?? Oh my god, aku terlambat ke kampus belum ngapain-ngapain lagi.
Lagian kamu disuruh bangun aja susah, cepat mandinya, mama mau siapin makanan kamu.
Thank you mom, kata keyra. Langsung saja masuk ke kamar mandi, agar tidak terlambat dia hanya menyikat gigi dan mencuci muka.
Setelah itu mengenakan pakaian untuk ke kampus, setelah semua di rasa udah selesai keyra pun turun dan sarapan pagi. Mama sudah menyiapkan roti selai dan susu untuk keyra.
Ma aku ke kampus lagi ya udah telat soalnya, kata keyra sambil minum susu dan memakan roti selainya. Lalu menyalami mamanya dan berucap assalamualaikum.
Iya, hati-hati sayang. Belajar yang baik. Waalaikumsalam
Keyra pun pergi ke kampus mengendarai motornya. Sesampainya di kampus ternyata dia sudah terlambat dan tidak di ijin kan masuk, yang terlambat bukan hanya keyra saja melainkan teman dekatnya juga terlambat yaitu sarah dan resha.
Why are you late coming, late wake up right ?? Ask resha full of inquires
Yeah I'm wake late, if you yourself why late? Ask the keyra
I too late wake up, either with Sarah ??
Why are you late coming, late wake up right ?? Ask resha full of inquires
I late due to the singing in the bathroom so forget the time. Answer sarah
Hahaha we laugh at the answer sarah
Ngapain nyanyi di kamar mandi sih sar? Aneh banget lo.. Ucap reshaIh apaan sih res aku tu kalau dikamar mandi emang lama ya karna aku tu nyanyi disana. Jawab sarah tidak terima
Emang lo pikir kamar mandi untuk konser apa?? Hati-hati loh kita kan gak boleh mandi itu sambil nyanyi entar setan nya ikut. Kata keyra
Hahaha hati-hati lo sar, kata keyra dan resha serentak
Kalian jahat banget sih sama aku, gak boleh do kayak gitu, jawab sarah nyambek
Gak usah ngambek lain kali jangan nyanyi dikamar mandi ya. Ucap resha
Iya deh, jawab sarah lesu
Terus bagaimana dengan kita sekarang ini, gak belajar dong?. Tanya keyra
Memang enggak, lagian kita terlambat. Nanti kita masuknya jam kedua. Jawab resha
Padahal aku datang ke kampus untuk belajar loh, eh malah kayak gini gak masuk lagi. Jawab sarah lesu tak bersemangat
Apaan sih sar, sok-sok karna gak masuk pengen nya belajar tapi kalau masuk pengennya gak belajar, kata lo itu basi. Jawab keyra
Kalian gak boleh do gitu aku itu lagi pengen belajar sekarang ini aku gak mau main-main, jawabnya sarah sok serius
Hmm next lah woy. Kata resha
Karna jam pertama mereka tidak masuk karna terlambat jadi waktu mereka hanya dihabiskan untuk mengobrol hal yang tidak penting saja, ya begitulah kalau di kampus, sangat berbeda dengan waktu disekolah dulu.
BAB 2
Jam pertama mereka tidak menghadiri kelas karna terlambat, jadi hanya di habiskan dengan waktu yang sia-sia untuk mengobrol.
Tadi aku beli susu indomilk tiga buah kalian mau gak?? Tanya sarah mengambil milk susu yang dia beli tadi
Mau dong jawab keyra dan resha serentak. Lalu mengambil susu yang diberikan sarah
Thank ya sar, lo tau banget apa yang gue mau kata resha
Iya thanks ya sar. Lanjut keyra
Iya welcome my friends jawab sarah
Kami pun meminum susu yang di berikan sarah, setelah habis resha membuang sampahnya sembarangan lalu keyra menasihatinya
Resha bisa gak sih buang sampah itu pada tempatnya, jangan buang sembarangan kotaknya. Kata sarah
Iya sar, kita itu harus menjaga kebersihan dimana pun kita berada termasuk di kampus. Lanjut keyra
Tapi udah terlanjur aku buang, aku malas ngambilnya lagi. Jawab resha
Tapi tetap aja sar, kasian kotak susunya kalau dibuang sembarangan, walau dia hanya sebuah sampah tapi punya hati juga loh, entar dia nangis gimana? Kan kasian. Elo aja kalo dibuang gitu aja pasti sakit kan?? Kata keyra mendramatis
Ihh, key lo alay banget sih kata-katanya. Kata resha
Ini bukan alay tapi kata yang baper gitu res, biasa keyra kan orangnya baperan. Lanjut sarah
Mereka pun tertawa karna kebaperan keyra dengan sebuah sampah kotak susu
Oke key, jangan baper lagi ya. Ini aku ambil lagi hah(mengambil kotak susu yang dibuang tadi) udah aku buang tu di tong sampah.
Gitu dari tadi kan bagus res jadi aku gak perlu mendrama gitu, kata keyra(tampang sedih)
Sudah sudah aku jangan direbutin terus, aku bingung harus pilih yang mana, kata sarah yang tidak ada menyambungnya sama sekali dengan apa yang dibahas sekarang ini
Ihh sarah kok gak nyambung gitu sih omongannya, jadi zzebbell deh, lanjut keyra alat ngomongnya
Ya allah punya teman kok gini amat ya, stres aku hah. Yang satu gak nyambung yang satunya lagi alat. Pusing pala berbie. Resha mulai pusing dengan temannya yang pada aneh semuanya.
Bukan kami aja yang alay mu juga res, tadi pakai ngomong berbie segala alay banget sih.
Iya mu kayak berbie aja, gak ada mirip sedikit pun malah. sambung keyra
Kalian gitu banget sama aku, jadi sedih..
Kami pun tertawa bersama, kalau kayak gini kayak beban tu gak ada sama sekali padahal seharusnya stres karna gak masuk belajar tapi ya gitu kalau ngumpul bareng teman pasti gila tertawa terus.
Jam pertama pun sudah selesai, dosen nya pun sudah keluar dari kelas, kami masih punya waktu 20 menit lagi karena masuk pelajaran ke dua itu jam 10, kami masih diluar belum mau masuk ke kelas karna masih asik diluar. Tiba-tiba ada yang mendatangi kami dan berbuat rusuh.
Hei kalian, kenapa gak masuk?? Datang terlambat terus, malas kuliah ya. Tanya nya dan membuat kami risih berdekatan dengannya
Kenapa lo yang sibuk, kami pun yang terlambat. Jawab resha
Gak usah nyibukin urusan orang deh, urus aja dirimu sendiri. Lanjut keyra
Iya, Lo itu kayak yang kami bilang tadi, sambung sarah
Emang apa yang kalian bilang tadi?? Tanya nya lagi
Mau tau apa yang kami bilang tadi, kami mau bilang lo itu kayak sampah. Dah ngertikan lo. Jawab resha dengan tegas
Kalian di bilangin malah nyolot,lagian aku kan cuma ngasih tau kalian kenapa telat malah bilang aku kayak gitu. syukur masih di perhatiin. Lanjutnya lagi
Kami gak butuh lo perhatiin, urus aja dirimu sendiri. Ayo guys kita pergi aja dari sini. Jawab resha
Kami pun pergi meninggalkan orang yang menggangu kami yang lagi asik bercerita.
Setelah kami masuk ke kelas, semua mahasiswa/i yang berada di luar pun masuk ke kelas karna dosennya sudah datang. Kami pun memulai belajar dan didahului dengan berdoa yang dibawakan oleh ketua kelasnya. Sesudah itu kami pun memulai belajar dengan serius sampai jam pelajaran itu selesai.
BAB 3
Pagi yang begitu indah karna mentari sudah bersinar dengan teriknya. Hari ini tepatnya hari rabu, ada acara speech contest yang diadakan di universitas lancang kuning yang diikuti oleh peserta di setiap jurusan yang ada di kampus. Tampak kawanan keyra sedang berbincang tentang acara itu.
Eh, tadi aku lewatkan di dekat kantin itu ada acara apa sih?? Tanya resha.
Aku gak tau itu acara apa, kita tengok aja nanti jawab keyra
Aku tau itu acara apa, lomba pidato untuk semua jurusan yang mau ikut. Jawab rani yang tiba-tiba saja datang
Aku mau ikutan lomba nya tapi aku gugup kalau sudah di depan panggung nanti malah lupa semuanya, jawab siska
Kalau gitu ya gak usah ikutan sis, mending kita tengok aja pertandingannya, gimana?? Tanya keyra
Boleh juga tu, yok lah kita kesana untuk menengok penampilan dari orang tu. Jawab rani
Kami semua pun setuju pergi ke sana untuk melihat penampilan dari semua peserta yang mengikuti lomba. Sesampainya disana kami langsung duduk dikursi yang sudah disediakan untuk penonton yang mengsuport teman nya yang tampil. Dari fakultas kami ada empat orang yang mengikuti, mereka bernama yuni, dewi, anggun dan putri.
Penampilannya bermacam-macam ada yang tampil dengan membawa konteks untuk dia baca, ada yang membawa hp, ada juga yang tampil tidak menggunakan hp atau kertas karna dia sudah hapal diluar kepala, "wow keren" penampilan pertama dibawakan oleh fakultas ilmu budaya, selanjutnya dibawakan oleh fakultas kami yaitu anggun dari fkip. Kami pun bersorak untuk menyemangatinya, selanjutnya peserta dari fakultas lainnya.
Kebanyakan dari peserta, orang tu menjelaskan tentang bully Ya?? Tanya rani
Iya, kan itu yang sering dilakukan kebanyakan mahasiswa yaitu ngebully temannya sendiri. Jawab resha
Tapi kan kita gak boleh ngebully teman sendiri, itu gak baik. Tanya nya lagi
Iya karna mu sering di bully kan sama orang tu. Jawab siska
Orang tu jahat kali sama aku, masa iya aku terus yang di bully sih kayak gak ada yang lain aja. Tanya nya lagi
Emang gak ada, lagian kamu itu cocok untuk dibully. Jawab sarah
Gak boleh gitu sar, dia itu teman kita. Jangan ditambah untuk bully dia, lihat lah tampang nya tu kasian aku tengoknya, jawab keyra yang melihat mukanya rani.
Tu keyra aja bisa ngertiin aku masa kalian enggak sih, tanya rani
Udahlah ran, terima aja mungkin itu udah nasib mu di bully. Jawab siska.
Acaranya pun sudah selesai walau kami tidak memperhatikan semua peserta yang tampil karna mereka semua kebanyakan menjelaskan tentang bully.
Acaranya udah selesai, yok kita balik lagi ke kampus. Ajak sarah
Yoklah, ngapain pun kita disini terus gak dikasih makan pun. Jawab rani
Ya allah ran, dari tadi lagi mu ne emanglah, gimana gak di bully terus orang mu aja kayak gini. Jawab resha
Kan emang iya, betul yang di bilang rani res, ngapain kita duduk di sini terus. Jawab keyra yang membela rani
Iya lah tu yang selalu membela. Jawab siska
Namanya juga teman pasti membela. Lanjut sarah
Setelah sampai di fakultas, mereka semua berpencar karna sudah waktu nya pulang. Yang tertinggal hanyalah resha, keyra dan sarah. Mereka belum pulang karna menunggu jemputan resha.
Key, kita pulang aja yok tinggalkan resha sendiri.
Yok lah, aku pun malas kelamaan disini.
Saat kami hendak berdiri dari duduk.
Kalian jangan lah kayak gitu sama aku, tunggu lah aku bentar lagi dijemputnya.
Sampai kapan kami tunggu Res?? Mu lama terus di jemputnya. Tanya sarah
Ya gimana lagi papa aku sibuk, makanya lama jemputnya. Jawab resha
Ya udah kami tunggu lima menit lagi kalau belum dijemput juga kami duluan pulangnya. jawab sarah
Ihh kalian, kok sekarang aku sih yang kena bully. Kalian jangan gitu lah
Gak enak kan di bully makanya res jangan ikutan membully orang, lagian kasian rani tu kena bully terus dia. Jawab keyra
Iya deh, aku gak akan membully rani atau siapa pun itu.
Gitu dong. Jawab keyra dan sarah bersamaan.
since then resha not want to interfere or hurt rani heart because he knows that hurt the friend's heart should not be because she could be offended by our words. jokingly allowed but do not mention about the physical or the painful.
Mereka selalu memanggil nama Rani. Yang tidak mengerti apa maksud atau tujuan mereka. Setelah itu mereka tertawa sedang si objek yang mereka tawakan hanya terdiam bingung dengan suasana saat ini.
"Yang sabar ya Ran." Rani hanya tersenyum membalas ujaran temannya.
"Tadi mereka bahas apa sih?" Tanya Rani ini yang membuat Rani jadi bahan tawa satu kelasnya. Rani tipekal orang yang LOLA alias loading lama apa yang dibahas bersama Rani, semua informasi yang ia terima pasti akan direspon lama olehnya.
"Tadi itu kita lagi bahas orang pedesaan gitu." Jelas Nina pada Rani. Ia hanya mengangguk membalas ucapan Nina sambil berkata 'Oh' Sebenarnya Nina kesal juga jika balas singkat seperti itu. Tapi mengingat Rani orangnya tidak terbuka dengan siapapun ia maklumi.
Jam, menit, dan detik terus berlalu Rani kadang mencatat informasi yang di berikan dosennya. Hingga tugas kelompokpun di berikan sang dosen sebagai perintah.
"Eh Na, tadi aku satu kelompok bareng siapa?" Tanya Rani pada Nina yang sibuk mencatat materi yang ada di papan.
"Lah? Bukannya tadi waktu buk dian baca nama namanya gak dicatet?" Heran Nina dibalas cengirna polos khas Rani.
"Gak inget."
"Kenapa gak di catet langsung sih!" Kesal Nina
"Yee namanya juga khilaf"
"Khilaf, khilaf, khilaf tanya tuh sama sekretaris nama - nama kelompoknya."
"Gak ah. Tanyain dong."
"Ogah!" Tolak Nina. Rani bangkit dari duduknya dan menghampiri sekelompok kawanan yang sedang tertawa heboh.
"Re bisa liat nama kelompok tadi gak?" Pinta Rani.
"Oh Rani sekelompok bareng-"
"Ran, kita sekelompok bareng." Potong salah satu cowok sambil tertawa menggoda Rani.
"Boong tuh Ran kita sekelompok bareng" ujar teman si cowok tersebut.
"Nggak, enggak Ran kita yang sekelompok bareng." Rani heran. Bukannya tadi nama kelompoknya cuma dua orang satu kelompok kenapa ini jadi lebih?
"Enggak jangan percaya mereka, pada jahil tuh Ran. Rani sekelompok bareng... Nina."
Rani bersyukur tidak sekelompok salah satu dari mereka. Tapi saat mendengar nama Nina dan di pandanginya Nina dari kejauhan gadis itu malah tersenyum jahil pada Rani sambil tertawa terpingkal - pingkal.
"Kenapa gak bisa kita kelompok bareng sih!"
"Lagian situ juga gak nanyakan aku sekelompok siapa." Bener juga siapa yang usil sih disini Rani semakin bingung dibuatnya.
Komentar
Posting Komentar